Wednesday, April 27, 2011

Sering Suntik Vitamin C Picu Stroke?

Tersiar kabar Presiden SBY terkena stroke akibat sering mendapatkan suntikan vitamin C. Benarkah sering melakukan suntikan tersebut berakibat stroke?

Vitamin C sering disebut sebagai rajanya vitamin, karena vitamin C memang memiliki banyak manfaat. Selain bersifat antioksidan yang mampu melawan radikal bebas, vitamin C juga berperan dalam meningkatkan sistem imun. Belakangan ini vitamin c juga menjadi sebuah konsumsi untuk kebutuhan penampilan.

Dosis konsumsi vitamin C yang ideal adalah 75 miligram per hari. Perempuan hamil dan ibu menyusui sudah tentu harus mengonsumsi vitamin C lebih besar dari jumlah tadi.

Ada juga yang berpendapat cukup mengonsumsi 200 miligram sehari. Bagi orang yang hidup dengan stres atau mereka yang tinggal di kota besar yang penuh polusi, seperti Jakarta, dosis 500 miligram adalah dosis cukup baik.

Tidak semua orang sadar dan mau mengonsumsi makanan sehat seimbang. Padahal, kebiasaan itu secara tidak langsung menjamin pasokan zat gizi, mineral, dan vitamin dalam tubuh secara memadai. Vitamin C mudah kita temui dalam kehidupan sehari hari.

Kondisi itu kemudian memunculkan berbagai pilihan. Bagi mereka yang kurang mendapat asupan vitamin melalui makanan alami, muncul berbagai produk suplemen sebagai jawabannya.

Tetapi juga banyak orang sulit mengkonsumsi suplemen vitamin C dengan cara oral (diminum), seperti penderita penyakit lambung. Maka muncul alternatif lain untuk dapat mengkonsumsi suplemen Vitamin C. Salah satu pilihan itu tersaji dalam bentuk injeksi atau suntikan vitamin.

Orang kian tertarik mencoba suntik vitamin C karena sifat antioksidan dari vitamin ini.Selain dapat meningkatkan kekebalan tubuh dan mempercepat proses penyembuhan, juga akan membuat kulit tampak lebih cantik dan awet muda.

Dosis suntik vitamin C

Prof. Dr. Budhi Setianto, Kardiolog RS Harapan Kita, Jakarta menjelaskan pemberian suntik vitamin C tidak boleh melebihi anjuran dokter, apalagi terlalu sering. Seperti suntik vitamin C dengan tujuan kecantikan. karena lama-lama pembuluh darah akan mengeras dan mengganggu sirkulasi darah.

”Sirkulasi darah yang baik dihasilkan oleh kerja sama antara jantung, darah dan komponen-komponennya, serta pembuluh darah itu sendiri. Apabila terjadi gangguan pada salah satu komponen tersebut, maka sirkulasi darah akan terganggu. Akibatnya, suplai darah tidak mencukupi kebutuhan dan lebih lanjut dapat menyebabkan serangan jantung, stroke ataupun fungsi organ tubuh lainnya. Untuk itu, peredaran darah yang lancar sangat penting bagi kesehatan kita,” jelas Budhi.

Disamping itu, mungkin efek negatif yang ditimbulkan tidak serta merta, tetapi dalam jangka panjang dapat mengganggu fungsi ginjal.Sebetulnya yang paling berbahaya adalah apabila ada penolakan dari tubuh sewaktu penyuntikan, maka dapat menyebabkan kematian seketika.

"Suntikan vitamin C dalam dosis tinggi diperlukan bagi orang yang menderita sakit (flu) agar stamina cepat pulih," tambah Budhi.

Sementara itu, dr Titi Moertolo, Spesialis penyakit kulit dan kelamin menambahkan, asupan Vitamin C yang layak kita konsumsi setiap harinya hanya 50-60 miligram (mg) per hari. Ini bisa kita peroleh melalui buah yang kita konsumsi.

“Dengan satu buah jeruk saja setiap hari, sebenarnya asupan vitamin C untuk kita sudah cukup,” jelasnxa.

Lain halnya dengan suntikan vitamin C. Untuk satu kali suntik, 4.000 mg vitamin C akan masuk ke tubuh kita. Ini berarti jauh melebihi dosis normal yang seharusnya kita konsumsi.

Dr. Titi tidak memungkiri bahwa, tampilan kulit akan menjadi lebih cerah, bahkan lebih putih setelah lima kali suntik vitamin C. Ini karena vitamin C menghambat pembentukan pigmen pada kulit.

Namun efek sampingnya bisa jauh lebih berbahaya. Jika sudah terlalu sering endapan vitamin C di dalam tubuh memungkinkan adanya kristalisasi. Perlu diwaspadai juga terbentuknya batu ginjal yang bisa menimbulkan penyakit. [mor]

Wednesday, April 20, 2011

Intip kesehatan tubuh dari wajah

WAJAH tidak hanya cermin kecantikan tetapi juga kesehatan Anda. Menurut sistem pengobatan China, wajah merupakan jendela kesehatan. Kening, hidung, dagu, pipi kiri dan kanan merupakan area kunci yang bisa menjelaskan proses yang berlangsung di dalam tubuh. Tentunya jika Anda bisa melihatnya.

Untuk membantu memecahkan kunci kesehatan di wajah, berikut uraian dari Dr. Maoshing Ni, seorang pakar di bidang obat-obatan China sekaligus penulis Secrets of Longevity, untuk Anda:

Kening

Menurut sistem pengobatan China , kening berkaitan dengan elemen api. Hal ini berhubungan dengan jantung dan organ usus halus serta pikiran dan semangat.

Saat memeriksa kening, terang Ni, lihatlah tanda merah atau pembuluh darah kecil yang muncul sebagai perubahan warna. Hal ini, menurut Ni, bisa mengindikasikan gangguan jantung. Selain itu, perubahan warna kulit bisa juga dipicu oleh kondisi emosi, seperti setelah bercerai atau kehilangan anggota keluarga. Orang-orang yang sedang emosi seringkali memiliki galur-galur konstan di antara alis mata.

Serangan jantung, terang Ni, seringkali diawali dengan munculnya warna hijau kebiruan halus di kening. Jika Anda mengalami perubahan warna di kening yang diikuti dengan palpitasi, pusing, susah bernafas, rasa nyeri atau sakit di lengan kiri, saran Ni, segeralah berkonsultasi dengan kardiolog atau kunjungi gawat darurat.

Hidung

Hidung berkaitan dengan elemen bumi, mengindikasikan adanya hubungan dengan perut, limpa dan pankreas.

Menurut Ni, gejala gangguan internal umumnya ditandai dengan munculnya jerawat di ujung atau samping hidung. Coba ingat kembali menu makan Anda di hari sebelumnya. Apakah Anda makan banyak makanan pedas, gorengan, cokelat atau makanan yang kaya lemak?

"Jika benar, pilihan makanan Anda bisa menjadi pemicu masalahnya," terang Ni, seperti dikutip situs yahoo.com. Sebagai akibatnya, Anda kemungkinan menderita konstipasi atau diare.

Selain itu, lanjut Ni, kapiler yang pecah dan tanda kemerahan di sepanjang tulang hidung bisa menandakan penggunaan alkohol berlebih dan menunjukkan kecemasan atau stres berlebih.

Dagu

Area dagu berkaitan dengan elemen air. Secara internal, area ini berhubungan dengan ginjal dan organ kandung kemih, termasuk sistem hormon dan kelenjar.

Belang-belang, perubahan warna dan bercak-bercak gelap di kulit di sekitar dagu dan mulut bisa mengindikasikan gangguan dalam ginjal dan kandung kemih. Jerawat yang muncul berulang di sekitar dagu bisa mengindikasikan ketidakseimbangan hormon.

Hal ini, terang Ni, seringkali karena tubuh menghasilkan estrogen atau testosteron berlebih. Selain itu, hal ini seringkali diikuti dengan menstruasi yang tidak teratur pada perempuan dan gejala prostat pada laki-laki.

Selain itu, pastikan juga memperhatikan philtrum, lekukan yang tepat berada di atas bibir. Area kecil ini berkaitan dengan rahim dan indung telur pada perempuan dan prostat serta alat kelamin pada laki-laki. Garis-garis horizontal dan perubahan warna yang terjadi di sepanjang philtrum mengindikasikan masalah kesuburan akibat gangguan seperti endometriosis atau kista uterine fibroid.

Menurut sistem pengobatan China, orang-orang yang memiliki dagu kecil secara genetik berisiko mengalami gangguan ginjal dan kandung kemih. Akan tetapi, bukan berarti setiap orang dengan dagu kecil akan mengalami penyakit ginajl. Informasi ini, terang Ni, hanya merupakan tanda awal yang mendorong Anda untuk waspada. Dengan begitu, Anda bisa menerapkan gaya hidup sehat untuk mencegah perkembangan penyakit.

Pipi kanan

Pipi kanan Anda berkaitan dengan elemen logam. Artinya, area ini berkaitan dengan paru-paru dan jaringan usus besar.

Masalah di paru-paru dan jaringan usus besar biasanya ditandai dengan munculnya perubahan warna dan gangguan kulit di bagian pipi kanan. Penyakit paru-paru dan gangguan pernafasan juga memicu gejala visual di pipi kanan.

Orang-orang yang berisiko mengalami alergi saluran nafas atau asma, terang Ni, cenderung memiliki tanda kemerahan, eksem atau warna hjau kebiruan di pipi kanan. Hal ini menunjukkan terlalu banyak panas atau peradangan di sistem pernafasan atau kurangnya oksigen akibat menyempitnya bronkial.

Pipi kiri

Pipi kiri berkaitan dengan elemen kayu atau jaringan hati-empedu.

Kapiler yang pecah dan kemerahan, khususnya di dekat tulang hidung, terang Ni, mengindikasikan panas, peradangan atau penumpukan racun dalam hati. Pembengkakan pembuluh darah dan tanda kemerahan di kulit kadang-kadang menandakan hipertensi dan peningkatan amarah. Warna kekuningan di bawah mata kiri juga bisa mengindikasikan batu empedu atau kadar trigliserida dan kolesterol tinggi.

Masalah di area wajah ini juga bisa mengungkap gangguan emosi, seperti kemarahan dan depresi, karena liver dan empedu melibatkan sistem saraf.

Sumber : metrotvnews.com